
Majelis Pengurus Daerah (MPD) PBMTI Kabupaten Kebumen menggelar Kegiatan Isra’ Mikraj 1447 H dan Serah Terima Jabatan Ketua MPD PBMTI Kabupaten Kebumen, pada Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Pintar Gedung Maal KSPPS USM, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen.
Acara dibuka oleh Bapak H. Ahmad Sugandi, S.E., M.E. selaku Ketua MPD PBMTI Kabupaten Kebumen periode sebelumnya, serta dihadiri oleh Bapak K.H. Hamid, M.Pd.I dari KSPPS Umat Sejahtera Mulia. Kegiatan ini diikuti sekitar 35 peserta yang berasal dari 16 KSPPS/BMT se-Kabupaten Kebumen, terdiri dari unsur manajer dan bagian maal.
Dalam kajian Isra’ Mikraj, K.H. Hamid, M.Pd.I. menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mikraj merupakan peristiwa agung yang mengandung makna mendalam bagi fondasi spiritual seorang Muslim. Isra’ Mikraj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah SAW, melainkan sebuah transformasi spiritual yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Beberapa makna utama dari peristiwa tersebut antara lain:
- Ujian Keimanan yang Nyata
Peristiwa Isra’ Mikraj menjadi ujian bagi akal dan hati. Mempercayai perjalanan dari Makkah ke Palestina hingga ke langit dalam satu malam membutuhkan iman yang kokoh, sebagaimana keteguhan iman yang ditunjukkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq. - Pentingnya Ketaatan Total
Perjalanan ini menunjukkan kepatuhan mutlak Nabi Muhammad SAW terhadap perintah Allah SWT, yang menjadi teladan bagi umat Islam untuk selalu taat tanpa ragu. - Kemuliaan Ibadah Salat
Perintah salat diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril, berbeda dengan wahyu lainnya. Hal ini menegaskan bahwa salat merupakan ibadah yang sangat istimewa dan menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. - Penghibur bagi Hati yang Terluka
Isra’ Mikraj menjadi penghibur bagi Rasulullah SAW di tengah masa-masa sulit, sekaligus mengajarkan bahwa di balik setiap kesedihan dan ujian hidup, selalu ada pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT.
Selain makna, peristiwa Isra’ Mikraj juga memberikan banyak hikmah yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:
- Disiplin dan Manajemen Waktu
Kewajiban salat lima waktu mengajarkan kedisiplinan serta kemampuan mengatur waktu secara seimbang antara urusan dunia dan akhirat. - Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati
Penyucian hati Rasulullah SAW sebelum Isra’ Mikraj mengajarkan pentingnya membersihkan diri dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan sombong. - Keseimbangan antara Logika dan Iman
Isra’ Mikraj mengajarkan bahwa tidak semua hal dapat diukur dengan logika semata. Ada wilayah keimanan yang harus diyakini dengan penuh ketundukan kepada Allah SWT. - Semangat Pantang Menyerah
Meskipun berada dalam masa duka dan menghadapi penolakan dakwah yang berat, Rasulullah SAW tetap tegar dan istiqamah. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak mudah putus asa.
Dalam rapat bulanan MPD PBMTI Kabupaten Kebumen tersebut, selain kajian Isra’ Mikraj, juga dilaksanakan serah terima jabatan Ketua MPD PBMTI Kabupaten Kebumen dari kepengurusan periode sebelumnya kepada kepengurusan baru periode 2026–2030, dengan susunan sebagai berikut:
- Ketua : Edi Purwanto
- Sekretaris : M. Irhamni, S.Pd.
- Bendahara : Yuni Astuti, S.E.
Melalui rapat bulanan dan kajian Isra’ Mikraj ini, PBMTI Kabupaten Kebumen berharap seluruh KSPPS yang ada di Kebumen semakin sehat dan kuat, serta mampu meningkatkan semangat keistiqamahan dalam menjalankan salat lima waktu. Selain itu, dengan kepengurusan MPD PBMTI yang baru, diharapkan organisasi MPD PBMTI Kabupaten Kebumen semakin bergairah dan aktif dalam mendukung serta menyukseskan program-program PBMTI Pusat, seperti PBMTI Travel, PBMTI Ta’awun, dan program strategis lainnya.


