
Selasa–Rabu, 7–8 April 2026, Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI) menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di The Rich Hotel Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, meliputi Wali Amanah, MPP, MPW, dan MPD dari seluruh Indonesia.
Rakernas dibuka secara resmi oleh Ketua Wali Amanah PBMTI, Eri Sudewo, serta didampingi oleh Ketua PBMTI, Mursida Rambe. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber penting, antara lain Ketua Eksternal (Dr. Kartiko), Ketua Internal, Budi Santoso, serta Ketua Bidang Bisnis dan Usaha, Faisal.
Dari KSPPS Umat Sejahtera Mulia (USM), hadir Ahmad Sugandi yang mewakili sebagai Wakil Bidang Institute.
Dalam paparannya, Ketua Internal PBMTI, Budi Santoso, menyampaikan sejumlah kebijakan strategis, di antaranya sosialisasi Peraturan Perhimpunan Nomor 1 Tahun 2026 tentang keanggotaan, standar prosedur permohonan keanggotaan, serta penegasan status anggota lama yang belum terakreditasi agar tetap menjadi anggota dengan batas waktu maksimal tiga tahun sejak peraturan ditetapkan. Selain itu, anggota diwajibkan menyampaikan laporan melalui sistem SIKAP.
Lebih lanjut, program internal PBMTI juga menekankan beberapa hal penting yang harus ditindaklanjuti oleh MPD dan MPW, seperti upgrade sistem SIKAP, proses permohonan akreditasi dan penyediaan informasi infrastruktur PBMTI, serta akses data anggota melalui SIKAP. PBMTI juga menargetkan penyelesaian akreditasi terhadap 186 anggota dalam kurun waktu maksimal tiga tahun. Di sisi lain, PBMT Institute akan fokus pada lima program utama, termasuk rencana pendirian LSP P2 PBMT. Untuk penguatan sektor usaha, PBMTI juga mengembangkan tiga program utama, yaitu Business Development Program, Business Incubator Program, dan Business Support Program.
Sementara itu, Ketua Bidang Usaha, Ust. Faisal, memaparkan berbagai program unggulan, di antaranya pengembangan PBMT Maal yang saat ini telah beranggotakan 186 lembaga dengan target legalisasi sebagai amil dan nazhir serta pelaporan rutin. Pada sektor perjalanan, PBMT Travel menargetkan 850 jamaah umrah dan 50 jamaah haji khusus di tahun 2026. Program PBMT Ta’awun yang saat ini memiliki 176 peserta juga ditargetkan bertambah 58 peserta di tahun yang sama.
Selain itu, PBMTI juga mengembangkan solusi teknologi melalui Sintek dengan sistem SAKEP, memperluas kunjungan dan integrasi sistem dengan perbankan, sekolah, dan pondok pesantren, serta menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi.
Melalui pelaksanaan Rakernas ini, PBMTI berharap seluruh BMT yang tergabung dalam perhimpunan dapat semakin sehat, kuat, dan profesional dengan memaksimalkan pemanfaatan berbagai layanan yang telah disiapkan, seperti PBMT Travel, Ta’awun, Sintek, serta program akreditasi.


