Pembinaan Mitra Secara Intens, KSPPS USM Gandeng Dua Entrepeneur Kondang

Dalam Rangka Milad ke – 17, KSPPS USM lakukan pembinaan mitra. Acara yang terselenggara (26/3) di Momong Resto dihdiri kurang lebih 50 mitra terpilih dari total keseluruhan mitra 13.000. Mitra yang terpilih karena terbilang mitra yang loyal, sangat aktif, sehingga masuk dalm bagian mitra khusus. Pembidikan mitra khusus diharapkan akan memberikan informasi kepada mitra yang lain terkait produk-produk KSPS USM, layanan, informasi baru seputar KSPPS USM, dan termasuk program-program dalam beberapa tahun ke depan. Terkait KSPPS USM, KH. Ashari (Ketua Pengurus KSPPS USM) menyampaikan agar masyarakat merubah minset bahwa bermitra dengan KSPPS USM berbeda dengan bank-bank konvensional. Letak perbedaan yang mendasar terletak pada tata cara pengelolan, dan keperuntukan dari manfaat hasil usaha. Ke depannya, Ketua Pengurus KSPPS USM berharap bisa mengumpulkan mitra dalam jumlah yang lebih besar lagi, mengingat prinsip dasar koperasi yaitu dari dan untuk anggota koperasi. Sehingga manfaat keberadaan KSPPS USM dirasakan secara merata oleh semua anggota. Anggota/mitra yang hadir mayoritas mempunyai usaha yang farian. Mulai dari mitra yang usahanya sayuran, tekstil, bahkan kuliner. Mereka diberikan pembinaan dan motivasi oleh dua penguasa muda kondang di Kebumen. Mereka adalah H. Muqorobin (owner Robin Tempe) dan Awam Prihadi (owner Malindo). H. Muqorobin menjelaskan bahwa dalam mengelola, menjaga dan membesarkan usaha dibutuhkan kejujuran, keuletan, dan tarjet yang jelas. Selain itu, para pelaku usaha tidak boleh menyerah dan harus fokus tujuan. Hal senada disampaikan oleh Awam, bahwa menjadi entrepeneur sejati agar usaha yang digeluti tumbuh besar diperlukn; a. Arah usaha (Visi Besar usaha) b. Terdapt misi dalam menggapai visic. Membangun sistem yang baik. Awam menambahkan dalam membangun sistem yang baik seorang pengusaha hendaknya memeiliki guru spiritual, guru bisnis, keluarga yang mendukung, team yang yang solid, teman yang satu frekuensi. Hadir juga KH. Khamid (ketua DPS KSPPS USM), beliau menyampaikan juga selaku pemateri yang ke tiga. Bahwa pengusaha dalam mengelola usaha harus memenuhi unsur kehalalan. Agar hasil usaha yang dikelola mengahadirkan keberkahan bagi subjek usaha dan sekitarnya. Aspek kehalalan usaha harus menafikan unsur maisir, gharar dan riba. Ketiganya jika terpenuhi maka usah yang dijalani pelaku usaha masuk kategori label halal. Acara pembinaan tersebut dipungkasi dengan pemberian cindera mata kepada pemateri dan door price bagi hadirin. Pemberian cindera mata diserahkan oleh Ketua Pengurua KSPPA USM, sedang pemberian door price diserahkan oleh General Manajer KSPPS USM (Ahmad Sugandi, S.E., M.E) kepada Agus Widiyanto (Pejagoan), Sodiyah (Setrojenar-Bulus Pesntren), Wahidun (Kaligending), Hasan Asngari (Jatimulyo), dan Larasati Setianingrum (Mekarsari).

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.